27.5 C
Jakarta
Rabu, 18 Februari 2026

Pernyataan Terbuka Majelis Mujahidin: “Kembali Ke Jati Diri Bangsa”

PERNYATAAN TERBUKA MAJELIS MUJAHIDIN
“KEMBALI KE JATI DIRI BANGSA”

Pasca aksi demo buruh yang kemudian disusul unjuk rasa di berbagai daerah (Jakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Makassar, dll) yang berujung kerusuhan serta menimbulkan korban jiwa dari masyarakat sipil maupun aparat, Majelis Mujahidin menyampaikan duka cita terhadap jatuhnya korban dan rusaknya fasilitas negara dan fasilitas umum yang mengganggu kehidupan masyarakat.

Menimbang :

  1. Amanat UUD 1945 bahwa Negara wajib melindungi rakyat, menjamin hak menyampaikan pendapat damai, serta menegakkan hukum dengan adil tanpa pandang bulu.
  2. “Allah menyuruh manusia supaya berbuat adil dan kebajikan, memberikan pertolongan kepada kaum kerabat, dan mencegah segala perbuatan kotor, mungkar dan zalim. Allah telah memberikan nasehat kepada kalian agar kalian mau taat kepada-Nya”. (QS. An-Nahl: 90).
  3. “Hanya orang-orang mukminlah yang bersaudara, wahai orang-orang mukmin damaikan saudara-saudara kalian yang berselisih. Taatlah kepada Allah. Mudah-mudahan kalian diberi rahmat” (QS. Al-Hujurat: 10)

Memperhatikan :

  1. Berbagai kejadian dan kerusuhan yang terjadi perlu mendapatkan perhatian dari pimpinan Nasional dan segera ditangani dan diberikan solusi.
  2. Masyarakat pada umumnya menyadari bahwa ketimpangan yang ada belum semua teratasi, meskipun telah diupayakan berbagai kebijakan dan perbaikan sehingga memerlukan duta komunikasi yang baik dan keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mengantisipasi kerusuhan lanjutan yang tidak menguntungkan bagi masyarakat maupun negara.
  3. Pelanggaran SOP kendaraan Rantis untuk menghalau massa oleh aparat kepolisian sehingga merenggut nyawa pengunjuk rasa.

Memutuskan :

Menetapkan
PERNYATAAN TERBUKA MAJELIS MUJAHIDIN
“KEMBALI KE JATI DIRI BANGSA”

  1. Menegaskan kembali kepada falsafah dan konstitusi negara sebagai pijakan utama masyarakat dan pejabat, NKRI adalah Negara Beragama atau Negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, kesatuan dan kerjasama, membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dengan landasan etika dan moral sesuai dengan falsafah dasar negara. Sebagaimana pesan Presiden RI Prabowo Subianto pada hari pelantikan 20 Oktober 2024 : “Hanya dengan persatuan dan kerjasama kita akan mencapai cita-cita para leluhur bangsa yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo, bangsa yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur. Bangsa yang di mana rakyat cukup sandang, pangan dan papan…”
  3. Mendorong pemimpin bangsa lebih peka dan responsif terhadap aspirasi rakyat melalui organisasi, elemen kemasyarakatan ataupun wakil-wakil rakyat.
  4. Wakil rakyat di DPR RI supaya lebih berpihak kepada kepentingan rakyat, empati terhadap kehidupan masyarakat kecil.
  5. Menghimbau kepada aparat meninggalkan cara-cara kekerasan, represif dan arogansi tanpa empati terhadap penderitaan rakyat.
  6. Menghimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab.
  7. Menolak provokasi dan kepentingan terselubung dari pihak manapun.
  8. Menjadikan momentum ini sebagai pelajaran untuk kembali ke jatidiri bangsa dengan membina persatuan, menegakkan keadilan sosial, mengedepankan musyawarah, dan peduli terhadap kemanusiaan.
  9. Majelis Mujahidin menyerukan seluruh anak bangsa mengendalikan diri, memperkuat komunikasi, dan meneguhkan jalan persaudaraan. Hanya dengan itulah, cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur dapat kita wujudkan, dengan ijin dan atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Yogyakarta, 6 Rabiul Awwal 1447/30 Agustus 2025

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin
M. Shobbarin Syakur/Ketum
Ahmad Isrofiel Mardlatillah, MA/Sekum

Download Pernyataan

Pernyataan Terbuka MM – Kembali ke Jati Diri Bangsa

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses