Rilis untuk Media
INDONESIA MENJADI POROS INSPIRATOR DUNIA RESOLUSI KEMERDEKAAN PALESTINA
Majelis Mujahidin (MM) sebagai institusi aliansi yang berkomitmen melaksanakan amanat konstitusi, memperjuangkan penegakan syariah Islam rahmatan lil ‘alamin, secara legal, formal dan konstitusional.
Majelis Mujahidin menyampaikan apresiasi atas upaya diplomatik yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Indonesia telah menunjukkan komitmen moral yang konsisten.
Dalam situasi darurat genosida yang sedang berlangsung di Gaza, Palestina, bahkan menjadikan kelaparan sebagai senjata pembunuh massal. Majelis Mujahidin memandang penting Indonesia memperluas peran strategisnya melalui pendekatan diplomasi moral terhadap negara-negara anggota Koalisi Militer Islam Anti-Terorisme, Islamic Military Counter Terrorism Coallition (IMCTC) yang diinisiasi oleh Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud dari Saudi Arabia pada Desember 2015.
Indonesia sebagai negara non blok dapat menjalin hubungan diplomatik dengan 43 negara yang tergabung dalam IMCTC khusunya anggota utamanya yaitu Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Mesir. Begitu pula dengan Organization of Islamic Cooperation, OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dan negara-negara ASEAN guna menghentikan genosida kekejaman Zionis Israel terhadap warga Palestina yang notabene menjadi anggota IMCTC, sebagai realisasi pentingnya peran kolektif militer Islam dalam perlindungan kemanusiaan dari tindakan State terrorism yang dilakukan Israel.
Menindaklanjuti pertemuan bilateral Presiden Prabowo (Indonesia) dan Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud (Saudi Arabia) untuk memperkuat dukungan bagi Gaza di Jeddah 2 Juli 2025.
Indonesia pernah menginspirasi dunia melalui KAA (Konferensi Asia Afrika) yang berdampak positif global, bahkan dinobatkan sebagai Memory of the World (MoW) oleh UNESCO pada 8 Oktober 2015, milestone dunia yang akan terus dikenang sepanjang sejarah. Semoga Presiden Prabowo Subianto dapat menginisiasi pertemuan trilateral atau forum terbatas antara ASEAN, OKI, dan IMCTC untuk membahas krisis kemanusiaan global khususnya di Gaza dan skema perlindungan sipil di dunia Islam khususnya di Palestina.
Indonesia yang memiliki politik luar negeri bebas aktif menjadi kekuatan moral untuk segera melakukan mediasi kepentingan blok-blok Islam dunia agar tidak terpecah-belah dan mengambil peran strategis menghadapi tantangan ketimpangan kemanusiaan global saat ini, tanpa berfikir melucuti senjata kekuatan perlawanan Palestina. Sebagaimana seruan Presiden Prabowo pada pembukaan Konferensi Parlemen Negara Anggota OKI atau Parliamentary Union of the OIC (PUIC) di Jakarta, 14 Mei 2025.
Langkah-langkah positif pemerintah Indonesia akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor peradaban damai dan konstitusional dalam isu Palestina dan isu global.
Untuk itulah, Majelis Mujahidin telah melayangkan surat kepada Presiden cq Menteri Luar Negeri RI. Semoga bangsa Indonesia dapat bersatu dan bekerjasama membangun jatidiri bangsa Nation and Character Building ke arah ridla Allah ‘azza wa jalla sebagaimana pidato pelantikan Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024 :
“𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙨𝙖𝙩𝙪𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙖𝙥𝙖𝙞 𝙘𝙞𝙩𝙖-𝙘𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙡𝙚𝙡𝙪𝙝𝙪𝙧 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙨𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙚𝙢𝙖𝙝 𝙧𝙞𝙥𝙖𝙝 𝙡𝙤𝙝 𝙟𝙞𝙣𝙖𝙬𝙞 𝙩𝙤𝙩𝙤 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙧𝙚𝙢 𝙠𝙚𝙧𝙩𝙤 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙧𝙟𝙤, 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙨𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝘽𝙖𝙡𝙙𝙖𝙩𝙪𝙣 𝙏𝙝𝙖𝙮𝙮𝙞𝙗𝙖𝙩𝙪𝙣 𝙬𝙖 𝙍𝙖𝙗𝙗𝙪𝙣 𝙜𝙝𝙖𝙛𝙪𝙧. 𝘽𝙖𝙣𝙜𝙨𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙧𝙖𝙠𝙮𝙖𝙩 𝙘𝙪𝙠𝙪𝙥 𝙨𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙣….”
DIRGAHAYU 80 TAHUN REPUBLIK INDONESIA
“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”
Yogyakarta, 7 Agustus 2025
(Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin)
DOWNLOAD

