27.7 C
Jakarta
Sabtu, 24 Februari 2024

Maklumat Mujahidin: Presiden Jokowi Bertobatlah, Dengarkan Suara Rakyat

Inkonsistensi ucapan, peran dan sikap yang dipertontonkan Presiden Joko Widodo, menghadapi segala problem dalam proses pemerintahan, telah mengotori keinginan menghadirkan pemerintahan yang bersih dan baik (clean and clear government) sesuai TAP MPR RI No.VI/MPR/2001 Tahun 2001 Tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Berbagai manuver politik untuk mempertahankan kekuasaannya telah merusak prinsip-prinsip kemanusiaan yang yang adil dan beradab berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hampir segala kerusakan dan carut-marut pengelolaan negara, serta kegaduhan politik yang terjadi akhir-akhir ini, diakui ataupun diingkari, semua bersumber dari dirinya.

Pernyataan Presiden Joko Widodo, bahwa dirinya memiliki hak demokrasi untuk berkampanye dan memihak paslon capres-cawapres 02 merupakan pelanggaran terhadap TAP MPR tentang etika kehidupan berbangsa. Hal ini, bukan mustahil akan memantik instabilitas kehidupan sosial politik jelang Pilpres 2024. Munculnya pernyataan sikap berbagai elemen masyarakat, ormas dan para pakar cerdik cendekia melawan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mendukung putranya sebagai Cawapres  Prabowo Subiyanto yang notabene lahir dari putusan MK yang cacat dan bermasalah, menunjukkan penolakan rakyat terhadap dinasti kekuasaan berbasis KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

Namun, alih-alih  menyadari kesalahannya, Presiden Jokowi justru menunjukkan arogansi kekuasaannya, dengan hanya mendasarkan pendapatnya pada UU Pemilu yang memperbolehkan Presiden berkampanye dan berpihak pada paslon capres cawapres tertentu; tanpa memperhatikan Pedoman Etika Kehidupan Berbangsa yang telah ditetapkan MPR RI.

Sebagai upaya membangun stabilitas sosial politik dan kehidupan bernegara yang kondusif, maka sebagai institusi penegakan Syariah Islam di lembaga negara, Majelis Mujahidin menyampaikan Maklumat: PRESIDEN JOKOWI BERTOBATLAH, DENGARKAN SUARA RAKYAT. Semoga menghadapi Pemilu 2024 nanti, rakyat, mahasiswa, para pakar, akademisi, intelektual, tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang masih memiliki kesadaran bernegara dan berdemokrasi dapat bergerak mengawal dan memastikan tahapan Pemilu 2024 tanpa kecurangan, seperti yang dipamerkan oleh Presiden Jokowi yang sebentar lagi akan lengser keprabon. Untuk itu Majelis Mujahidin menyeru Presiden Joko Widodo supaya bertobat dari kesalahannya dan dengarkanlah suara rakyat:

  1. Presiden Joko Widodo supaya berpegang teguh pada konstitusi RI 1945. Bersikap netral dan tidak bersikap hipokrit dengan cawe-cawe dalam Pemilu 2024.
  2. Presiden Joko Widodo telah melakukan pelanggaran berat konstitusi dan kitab suci terhadap fatsun politik kenegaraan, serta etika dan akhlak kehidupan berbangsa yang ditetapkan dalam TAP MPR NO. VI/MPR/2001. Dan mengkhianati sumpah jabatan yang diucapkan atas nama Allah. “Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban sebagai Presiden RI dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturan-peraturan dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa.” Sebagai presiden beragama Islam, renungkanlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ini: “Wahai kaum mukmin, janganlah kalian berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan jangan pula kalian mengkhianati amanah-amanah kalian, padahal kalian menyadari bahaya pengkhianatan itu”. (QS. Al-Anfal [8]:27)
  3. Apabila Presiden Jokowi tidak mau bersikap netral dan tetap akan cawe-cawe, maka lebih bermartabat mengundurkan diri dari jabatan Presiden RI, atau dimakzulkan oleh rakyat. Ketahuilah runtuhnya kekuasaan Fir’aun, setelah ikut cawe-cawe mengejar Nabi Musa hingga ke dalam laut.

Demikian maklumat ini kami sampaikan untuk diketahui oleh seluruh bangsa Indonesia. Kami menyerukan kepada rakyat Indonesia khususnya rakyat Muslim, melakukan Jihad Politik melawan segala bentuk kecurangan Pemilu 2024 di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Yogyakarta, 20 Rajab 1445/ 2 Februari 2024

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

M. Shobbarin Syakur, B.Sc.
Ketua

Ahmad Isrofiel Mardlatillah, M.A.
Sekretaris

Mengetahui:
Al-Ustadz Muhammad Thalib
Amir Majelis Mujahidin

Muslim Mujahid
Muslim Mujahid
Admin laman situs resmi (website official) Majelis Mujahidin: www.majelismujahidin.com. Artikel yang diposting merupakan pernyataan, kebijakan dan intruksi resmi institusi, atau opini (wijhah) pribadi masing-masing penulis. Anda bisa melakukan feedback (umpan balik) dalam kolom komentar yang tersedia dalam web ini atau pada akun media sosial kami. Jazakumullah khairan!

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.