Surat Majelis Mujahidin Ke Dubes Iran di Indonesia‏

Nomor              : 200/LT MM/II/1433
Lamp.              : 1 berkas
Hal                  : Ajakan Debat Publik

Kepada :
Duta Besar Iran di Indonesia
Mr. Mohammed Farazandeh
Di-  Jakarta

Assalamu ‘ala man ittaba’al Huda

Memperhatikan kiprah Kedutaan Besar Iran di Indonesia, semenjak revolusi Iran dipimpin oleh Khomaeni hingga sekarang, terasa bahwa Kedutaan Besar Iran di Indonesia menjadi pusat pengembangan Syi’ah. Cara yang ditempuh antara lain:

Pertama, menyebarkan propaganda revolusi Iran dan Syi’ah melalui berbagai media.

Kedua, mengundang sejumlah tokoh non Syi’ah untuk berkunjung ke Iran, kemudian menjadikan mereka sebagai terompet Syi’ah di Indonesia, seperti yang dilakukan pada Said Agil Siraj, Amien Rais, Quraisy Shihab, Din Syamsuddin dan Habib Riziq.

Ketiga, membentuk yayasan dan organisasi Syi’ah di kalangan mahasiswa, intelektual dan masyarakat umum bekedok Ahlul Bait, Ulama Habaib dsbnya.

Keempat, mendanai beberapa organisasi Islam non Syi’ah di Indonesia agar tidak menentang penyebaran Syi’ah, sebagaimana yang dilakuan oleh tokoh Syi’ah seperti Ahmad Barakbah.

Patut diketahui dan dipahami bahwa mayoritas rakyat Indonesia adalah kaum muslim yang mewarisi ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw, yang prinsip-prinsipnya bertentangan dengan doktrin Syi’ah. Sedangkan doktrin Syi’ah, sebagaimana ditegaskan oleh para imam Salafus Shalih bahwa ajaran Syi’ah adalah ajaran kafir.

Majelis Mujahidin sangat menentang kiprah Kedutaan Besar Iran mengembangkan Syi’ah dengan cara tipu muslihat terhadap kaum muslim Indonesia. Apabila pihak kedutaan Iran berkeberatan atas vonis para imam Salafus Shalih itu, maka kami mengajukan diadakan DEBAT PUBLIK secara ilmiah. Semoga surat ini mendapat perhatian dan respon secepatnya dari pihak Kedutaan Besar Iran di Indonesia.

Sekian, surat ini kami sampaikan sebagai respon atas semakin kuatnya provokasi dan propaganda Syi’ah, sehingga mengakibatkan berbagai keresahan dan permusuhan di kalangan kaum muslimin Indonesia.

Jogjakarta, 14 Rabi’ul Awal 1433 H/ 7 Februari 2011 M
Majelis Mujahidin Indonesia

Tembusan :

  1. Kedubes Negara Islam di Indonesia
  2. Kemendagri
  3. Kemenlu RI
  4. Kemenag RI
  5. Ormas/Orpol Islam
  6. Media massa

Komentar