Manipulasi Agama dan Intimidasi Negara

Oleh : Ustadz Irfan S Awwas
Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

Sudah terlalu banyak darah tertumpah dalam penanggulangan terorisme.

Hal ini jelas bertentangan dengan insting ribuan bahkan jutaan rakyat Indonesia yang mendambakan keadilan dan sikap manusiawi.

Kejahatan penguasa dan ambivalensi SBY serta pendeskreditan terhadap Syari’at Islam di satu pihak. Dan pola berfikir sadistis dalam ideologi teroris, menambah ancaman malapetaka bagi bangsa ini.

Karena itu, para mujahid tidak akan ikut memikul kesalahan dengan menyalakan bara api kebencian atau hasrat jahat yang jika dituruti terus hanya akan membakar habis semangat kemanusiaan, keadilan serta keshalihan yang masih tersisa di hati mujahidin di negeri ini.

Angkaramurka yang ditebarkan Densus 88 atas nama pemberantasan teroris memang zhalim dan harus dihentikan, semoga Allah hancurkan kesombongan dan kedurjanaan mereka beserta kekuatan jahat di belakangnya.

Doktrin anti thaghut, penghalalan harta yang bukan miliknya atas nama fai’, yang menjadi semboyan sebagian tersangka teroris adalah akibat intervensi ideologi Syi’ah untuk merusak citra Islam dan kaum muslimin.

Oleh karena itu perbuatan teror, baik yang dilakukan oleh Densus 88 maupun teroris, tidak layak dan haram dinisbatkan pada Islam.

Firman Allah:

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَمَن قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلَا يُسْرِف فِّي الْقَتْلِ إِنَّهُ كَانَ مَنصُورًا

“Janganlah kaliah membunuh manusia yang telah Allah haramkan untuk membunuhnya, kecuali dengan alasan yang dibenarkan oleh Allah. Siapa saja yang dibunuh dengan cara zhalim, maka Kami berikan hak kepada walinya untuk menuntut. Walaupun demikian, janganlah kalian berlebihan dalam membalas pembunuhan. Sungguh orang yang terbunuh itu akan diberi pembelaan.”

[QS Al-Israa’, 17: 33]

Wallahu’alam…

Komentar