Majelis Mujahidin Meminta Pengikut Ahmadiyah Kembali Kepada Islam

YOGYAKARTA – Ratusan orang yang tergabung dalam Front Umat Islam Yogyakarta menggeruduk warga Ahmadiyah Lahore yang sedang melakukan pengajian akbar tahunan di Kompleks SMA Perguruan Islam Republik Indonesia (PIRI). Massa dari ormas Islam itu menuntut pembubaran Ahmadiyah, Jumat 13 Januari 2011.Ormas Islam itu terdiri dari, Gerakan Anti Maksiat (GAM), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Dalam spanduk massa pendemo tersebut tertulis, “Ahmadiyah sesat, Bubarkan”.

Abu Haidar, perwakilan dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dalam orasinya di depan SMA PIRI, tempat dilaksanakannya pengajian tahunan itu, menuntut agar kegiatan Ahmadiyah itu dibubarkan dan mengangap Gerakan Ahmadiyah tersebut sesat.

“Mirza Ghulam Ahmad itu bukan nabi, maka kami imbau kepada pengikut Ahmadiyah agar kembali pada Islam,” teriaknya.

Aksi unjuk rasa itu di kawal ketat oleh pihak Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ikut turun, membujuk pegunjukrasa agar tetap menjaga situasi Yogyakarta tetap kondusif. Walikota juga menyatakan bahwa kegiatan pengajian warga Ahmadiyah sudah diakhiri. “Marilah kita jaga Yogyakarta sebagai kota yang kondusif dan damai untuk warga Yogyakarta,” pintanya.

Sementara itu, Muslich Zainal Asikin, Wakil Ketua Umum Pedoman Besar (PB) Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) menyampaikan, bahwa pengajian akbar tersebut merupakan kegiatan tahunan. “Ini pengajian tahunan yang rutin diselenggarakan setiap tahun dan acara ini sifatnya silaturahmi,” imbuhnya.

“Pengajian ini kita laksanakan sudah sejak 84 tahun lalu, ini tradisi kami sejak GAI Lahore didirikan pada tahun 1928”.

Menurut dia, kelompok yang berunjukrasa itu keliru, karena organisasi mereka bukan Ahmadiyah yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, tetapi hanya seorang ulama. “Mungkin mereka keliru, kami ini adalah organisasi GAI yang tetap menganggap Muhammad adalah Nabi terakhir”, paparnya. (Erick Tanjung |DIY, ehVIVAnews)

Komentar