Keputusan Kongres Mujahidin IV Tentang Rekomendasi Indonesia Bersyari’ah

Alhamdulillah, Kongres Mujahidin IV telah usai terlaksana, kembali ustadz Muhammad Thalib memimpin Majelis Mujahidin melanjutkan kepemimpinannya yang lalu.

Ribuan peserta kongres yang hadir pun turut bersuka ria mendengar keputusan rapat Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA) tersebut.

Sebelum pembacaan keputusan, dibacakan juga keputusan Kongres Mujahidin IV tentang rekomendasi Indonesia Bersyari’ah. berikut rekomendasi kongres selengkapnya.

Keputusan Kongres Mujahidin IV Tentang Rekomendasi Indonesia Bersyari’ah

Menimbang:

  1. Kewajiban kaum muslim melaksanakan ajaran agama (Syari’at Islam) secara kaffah, dalam seluruh aspek kehidupan; pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, Negara dan antar bangsa. (Qs. Al-Baqarah 2:208).
  2. Hak konstitusional umat Islam untuk melaksanakan Syari’at Islam berdasarkan Keputusan Presiden No. 150, 1959, tentang Dekrit Presiden, 5 Juli 1959 (LNRI No. 75, 1959) yang mengakui berakunya Piagam Jakarta. Dan ditegaskan dalam perubahan ke 4 UUD 1945.
  3. Qawaidut Tanzhim dan Qawaidut Tanfidz Majelis Mujahidin.

Memperhatikan:

  1. Preambule UUD 45 alinea ketiga yang berbunyi: “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.
  2. UUD 45 Bab XI tentang Agama, pasal 29 ayat (1) dan (2):
    (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
    (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
  3. Sekularisasi produk perundang-undangan Negara, tanpa pertimbangan ajaran agama yang notabene menjadi dasar utama pembangunan masyarakat dan Negara sesuai dengan UUD NRI 45 Ps. 29 ayat (1) dan (2).
  4. Perlu adanya payung hukum yang melindungi Syari’at Islam sebagai dasar pengambilan keputusan dan kebijakan negara/wakil rakyat untuk melegalisasikan peraturan dan perundang-undangan pemerintah RI.
  5. Hasil keputusan Sidang Pleno I dan II dan pendapat para peserta Kongres

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:

  1. Rekomendasi Kongres Mujahidin IV tentang Penegakan Syari’at Islam dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sebagaimana terlampir;
  2. Pemilihan pengurus harian AHWA Majelis Mujahidin
  3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.

REKOMENDASI INDONESIA BERSYARI’AH
KONGRES MUJAHIDIN IV
Sentul City, Bogor, 18 Syawwal 1434 H/25 Agustus 2013 M

1. DASAR NEGARA, PEMILU DAN KEPEMIMPINAN NASIONAL:

  1. Dasar Negara harus sesuai dengan Pasal 29 ayat (1) UUD 45 bahwa negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Sistim Pemilu yang menyalahi dan tidak sesuai dengan Syari’at Islam ditolak.
  3. Kepemimpinan Nasional harus memiliki komitmen terhadap pelaksanaan Syari’ah Islam (agama) di lembaga negara dan menjadi contoh tauladan (uswatun hasanah) dalam melaksanakannya.

2. EKONOMI:

Sistem ekonomi ribawi harus ditinggal. Pembangunan ekonomi Negara harus disesuaiakan dengan Syari’at Islam:

  1. Sistem moneter disesuaikan dengan Syari’at Islam.
  2. Memutus mata rantai ekonomi dengan IMF dan World Bank.
  3. Sumber-sumber kekayaan Negara dan BUMN Mutlak harus dikuasai oleh Negara.

3. MORAL:

  1. Sistem politik bernegara dibangun sesuai Syari’at Islam.
  2. Pembangunan akhlak bangsa harus sesuai dengan Syari’at Islam.

4. PENDIDIKAN:

  1. Sistim pendidikan Nasional harus diintegrasikan dengan Agama.
  2. Semua aktifitas pendidikan harus didanai oleh Negara.

5. PENGUSAHA DAN BURUH:

  1. Hubungan buruh dan majikan harus mengikuti ketentuan Syari’at Islam.
  2. Menjamin kehidupan buruh sesuai dengan hak hidup manusia yang ditetapkan oleh Syari’at Islam.
  3. Negara harus membantu para pengusaha yang tidak mampu mengupah buruh dengan layak menggunakan dana Negara.

6. PEREMPUAN:

  1. Hak-hak perempuan disesuaikan dengan ketentuan Syari’at Islam.
  2. Kaum perempuan wajib mendahulukan fungsinya sebagai ibu dalam membangun keluarga sesuai Syari’at Islam.
  3. Ekspor tenaga kerja wanita (TKW) haram menurut Syari’at Islam.

7. HUKUM:

  1. Hukum peninggalan kolonial Belanda wajib ditinggalkan.
  2. Syari’at Islam harus menjadi hukum Negara sebagai konsekwensi adanya mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam.
  3. HAM internasional harus disesuaikan dengan Syari’at Islam.
  4. Hukuman mati dan pemiskinan bagi koruptor.
  5. Perdagangan narkoba dan jaringannya harus dihukum mati, sedangkan pecandunya harus dihukum dan direhabilitasi.

8. RAKYAT MISKIN

Kesejahteraan rakyat miskin menjadi tanggungjawab Negara dan orang-orang kaya

9. PENANGGULANGAN TERORISME

Menyayangkan dan mengkitik keras prilaku dan tindakan Densus 88, yang banyak menembak mati tersangka teroris dan tidak diketahui identitasnya secara pasti, tanpa melalui proses hukum yang adil dan benar. Padahal profesionalisme Densus semestinya  mampu untuk sekedar melumpuhkan tanpa harus membunuh, sehingga dapat menguak prilaku terorisme ini di Pengadilan. Hal ini bertentangan dengan Syari’at Islam dan HAM Internasional.

10. MISS WORLD

Majelis Mujahidin menolak keras rencana diselenggarakannya miss world di seluruh wilayah NKRI karena akan merendahkan martabat wanita dengan mengumbar aurat yang diharamkan oleh Syari’at Islam.

Sentul City, 18 Syawwal 1434 H/25 Agustus 2013
Peserta Kongres Mujahidin IV

One response to “Keputusan Kongres Mujahidin IV Tentang Rekomendasi Indonesia Bersyari’ah”

  1. Alhamdulillah Allohu Akbar.

    Semoga dengan adanya Keputusan Sidang Pleno Ahlul Halli Wal ‘Aqdi Kongres Mujahidin IV,
    penegakan Syari’ah Islam di Indonesia dapat berjalan sesuai harapan dan cita-cita para Mujahidin Indonesia dan Dunia.

    Dengan tegaknya IPOLEKSOSBUDMILHANKAMRATA yang sesuai dengan Syari’ah Islam
    diharapkan dapat membuka Pintu Berbagai Keberkahan dari langit dan bumi serta
    dapat melahirkan masyarakat yang Mandiri dan Sejahtera
    tanpa membedakan suku, ras, bangsa dan agama sebagai perwujudan Rahmatan Lil’alamin.

    Saya berharap pada kepengurusan periode 2013-2018 ini,
    kita dapat memfokuskan segenap daya potensi ekonomi umat untuk mewujudkan
    Empat Pilar Penyangga Keseimbangan Anggaran Belanja Negara Sesuai Syari’ah Islam;
    sehingga NKRI dapat menjadi Negara Karunia Robbul Izzati yang dapat meningkatkan
    Kemandirian dan Kesejahteraan Warga dan atau Rakyatnya.

    Ada 15 Alasan Mengapa “FARDHU ‘AIN” Bagi Kita
    Untuk Berupaya men-TAUHID-kan Sistem Ekonomi
    Dalam Kehidupan Umat Secara Totalitas.

    15 ALASAN TERSEBUT ANTARA LAIN:

    01. Kehidupan Takan Berjalan Tanpa Ekonomi
    02. Ekonomi Takan Berjalan Tanpa Bisnis
    03. Bisnis Takan Berjalan Tanpa Keuangan
    04. Keuangan Takan Aman Tanpa Cash Flow
    05. Cash Flow Takan Berjalan Tanpa Sistem
    06. Sistem Takan Berjalan Tanpa Tim Kerja
    07. Tim Kerja Takan Solid Tanpa Pembinaan
    08. Pembinaan Takan Berjalan Tanpa Sarana
    09. Sarana Takan Tersedia Tanpa Industri
    10. Industi Takan Ada Tanpa Jasa
    11. Jasa Takan Terdistribusi Tanpa Jaringan
    12. Jaringan Takan Berkembang Tanpa Member
    13. Member Takan Mandiri Tanpa Kesejahteraan
    14. Kesejahteraan Takan Stabil Tanpa Keuangan
    15. Keuangan Takan Berharga Tanpa Kehidupan

    Maka oleh karena itu adalah WAJIB’AIN bagi kita
    Untuk berupaya men-TAUHID-kan
    Sistem perekonomian kita secara totalitas.

    Wallohu A’lam….
    http://bmtamna.blogspot.com/2013/04/memenuhi-fardhu-dalam-kehidupan.html

Komentar